Benarkah Motor Superbike Lebih Cepat daripada MotoGP?

MANAKAH yang lebih cepat antara motor MotoGP dengan Superbike? Pertanyaan macam ini kerap hinggap di benak pencinta olahraga balap motor. Tes yang dilakukan di Jerez pada November 2016 pun memberikan jawaban.
Banyak pembalap Superbike merasa talenta mereka dikucilkan oleh MotoGP. Itu tidak keliru, sebab penonton televisi Superbike bahkan tidak mencapai 10 persen dari milik MotoGP. Namun, juara Superbike dua kali Jonathan Rea membuktikan bahwa kualitasnya tidak bisa dianggap remeh.

Kala tes di Jerez, Rea mencatatkan waktu mengesankan dengan 1 menit 38.721 detik dengan motor ZX-10R. Dengan torehan seperti itu, dia bisa meraih pole position dalam GP Spanyol yang digelar Mei lalu unggul 0.015 detik dari Valentino Rossi, 0.137 detik dari Jorge Lorenzo, dan 0.170 detik dari Marc Marquez.
Balapan bukan soal kecepatan, melainkan grip. Lebih besar horsepower yang Anda punya, grip semakin penting. Ini menjadi bukti kala motor Superbike dan MotoGP melakukan uji coba di Jerez pada November.
Jelas, mesin motor MotoGP lebih baik daripada Superbike. Sebuah mesin MotoGP memiliki 260 horsepower dan memiliki rem karbon, sementara motor ZX-10R milik Rea mempunyai 230 horsepower dengan rem baja.
Tapi, dengan begitu motor Superbike bisa melakukan hal-hal baik untuk Rea. Hal penting yang kedua dalam balap motor adalah feel. Motor Superbike yang lebih “softer” memberikan feel lebih baik ketimbang motor MotoGP yang “kaku” dan konservatif.
Faktor ketiga motor Superbike bisa tampil menawan saat tes di Jerez tersebut adalah pembalapnya. Rea adalah sosok bertalenta dan pada 2012 sempat menggantikan Casey Stoner di Repsol Honda. Dia meraih posisi ketujuh di Aragon, lalu kedelapan di Misano.
(pds)
Previous
Next Post »