Saturday, June 24, 2017

Comeback ke MotoGP 2017, Alex Rins Tak Sabar Mengaspal di Sirkuit Assen


ASSEN – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengaku tak sabar untuk kembali mengaspal di MotoGP 2017 pascacedera yang ia alami. Sirkuit Assen, Belanda akan menjadi saksi comeback-nya Rins di balapan MotoGP musim ini.
“Saya tidak sabar untuk kembali untuk merasakan balapan dan dipertemukan kembali dengan tim saya lagi,” ucap Rins, mengutip dari GP Update, Kamis (22/6/2017).

Pembalap rookie itu sendiri sudah melakoni balapan di MotoGP sejak ikut tes pasca-balapan di Sirkuit Barcelona, Catalunya. Ia pun merasa mendapat hasil positif dan siap untuk menjalani balapannya yang ketiga.
“Pekan lalu kami melakukan tes di Barcelona dan perasaan saya positif. Saya pulih dengan baik dan menghasilkan banyak kemajuan. Kami bekerja tanpa tekanan, namun kami berhasil melakukan perbaikan,” tambahnya.
Race sendiri akan berlangsung pada 25 Juni 2017 malam WIB. Sementara, rangakaian kegiatan MotoGP Belanda akan dimulai dari 23 Juni 2017.
(fmh)

Friday, June 23, 2017

Siap Tampil di Assen, Alex Rins: Saya Akan Baik-Baik Saja

ASSEN – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengaku siap mengaspal di Sirkuit Assen, Belanda. Ini menjadi ajang comeback-nya di MotoGP 2017 setelah harus melakukan pemulihan akibat cedera.
Apalagi, ia sudah menjalani balapan pertama di tes pasca-balapan Catalunya. Ia pun optimis tetap bisa membalap dengan baik meski sudah absen selama lima seri balapan.

“Saya melakukan tes bagus di Barcelona, karena saya bisa melihat bagaimana (tangan) kiri saya mampu melakukannya. Saya baik baik saja. Saya merasa sangat nyaman, jadi itu bagus,” ucap Rins, mengutip dari Crash, Kamis (22/6/2017).
Ia mengatakan tak akan terlalu banyak mempersoalkan dengan trauma cedera tangan yang dialami saat ini. Sebab, ia mengaku sudah mengambil segala risiko dan menerima apa pun yang terjadi.
“Jika kami kembali ke Assen, itu karena saya pikir saya siap dan bahwa saya tidak akan terlalu sakit. Saya siap untuk apa pun yang akan terjadi,” tutupnya.
(fmh)

Thursday, June 22, 2017

Gagal Ulangi Kesuksesan, Anthony Ginting Kandas di Tangan Chen Long pada Babak 16 Besar Australia Open 2017


 Pemain berusia 20 tahun itu harus memupuskan harapannya tampil ke perempatfinal setelah kandas dari pebulu tangkis China, Chen Long.
Anthony takluk dari peraih emas Olimpiade 2016 itu dengan dua set langsung 10-21 dan 13-21. Kegagalan ini membuat Anthony tak mampu mengulang suksesnya pada 2016 yang berhasil mengalahkan Chen Long di perempatfinal Australia Open 2016.

Dalam waktu 44 menit, Chen Long dengan mudah menaklukkan Anthony yang saat ini menempati peringkat 26 dunia. Sementara Anthony harus bersusah payah mengejar bola dan kali ini mencoba bermain sabar untuk mendapatkan kesempatan menyerang pertahanan Anthony.
Tunggal putra Indonesia yang tersisa yakni Jonatan Christie masih belum bermain. Pemain berusia 19 tahun itu akan menghadapi pemain senior asal China yakni Lin Dan
Sementara itu wakil Indonesia, Hendra Setiawan, berhasil melaju ke perempatfinal bersama pasangannya asal Malaysia, Tan Boon Heong. Keduanya maju ke perempatfinal setelah mengalahkan pasangan asla Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang, dengan dua set langsung 21-17 dan 21-11.
(fmh)

Wednesday, June 21, 2017

Repsol Perpanjang Kerjasama dengan Tim Honda

AALST - Sponsor tim utama Honda di MotoGP, Repsol, sepakat untuk memperpanjang masa kerjasama di antara keduanya. Dalam perpanjangan kontrak yang disepakati keduanya, Repsol akan terus bekerjasama dengan Tim Honda hingga musim 2018.
Sebagaimana diberitakan Crash, Kamis (8/12/2016), kontrak baru disepakati pada Rabu 7 Desember 2016. Dengan perpanjangan kontrak yang dilakukan ini, maka itu berarti membuat Repsol dan Honda telah bekerjasama hingga 22 tahun, memecahkan rekor kerjasama terpanjang dalam sejarah dunia balap motor.

Repsol dan Honda sendiri diketahui sudah memulai kerjasama sejak 1995. Dalam kurun waktu tersebut, Repsol dan Honda telah meraih 12 gelar juara, 151 seri kemenangan, dan 392 podium dalam kelas utama yakni 500 cc dan MotoGP.
General Manager of Race Operations Honda Racing Corporation (HRC), Tetsuhiro Kuwata, mengaku sangat senang dengan perpanjangan kerjasama yang dilakukan dengan Repsol. Menurutnya, hal ini sekaligus merasakan gelar juara ke-12 yang diraih dalam 22 tahun hubungan kerjasama di antara keduanya.
“Kami senang dengan pembaruan kesepakatan dengan sponsor utama kami Repsol hingga akhir musim 2018. Musim ini kami telah merayakan secara bersama-sama gelar juara dunia MotoGP ke-12 dalam kerjasama kami yang sudah berjalan selama 22 tahun. Itu adalah pencapaian yang luar biasa dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor,” kata Kuwata.
(zan)

Tuesday, June 20, 2017

Alasan Kawasaki Enggan Comeback di MotoGP


KAWASAKI adalah salah produk sepeda motor populer di dunia. Akan tetapi meskipun memiliki status seperti itu, mereka tidak ikut serta dalam MotoGP saat ini. Mengapa demikian?
Kawasaki pernah berlaga di MotoGP selama tujuh musim sejak 2002 hingga 2008. Selama periode itu, tim yang berbasis di Amsterdam, Belanda, tersebut sulit menembus papan atas bahkan baru tiga kali naik podium. Krisis finansial menjadi alasan kenapa Kawasaki menarik diri dari MotoGP. Sejak itu, mereka fokus tampil di Superbike dan tercatat tiga kali menjadi kampiun, termasuk pada musim 2016 melalui Jonathan Rea.
Kini, untuk kembali berkompetisi di MotoGP tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dana menjadi alasan utama, sebab untuk bisa langsung kompetitif macam Honda, Yamaha, dan Ducati, membutuhkan banyak uang dan waktu yang lama.

Kawasaki juga tidak diperbolehkan kembali ke MotoGP langsung sebagai tim pabrikan. Mereka boleh balik ke kelas primer asal bekerja sama dengan tim yang sudah ada, contohnya Gresini Racing yang kemudian menjelma menjadi tim pabrikan Aprilia.

Sudah mapan di Superbike juga menjadi alasan kenapa Kawasaki enggan balik ke MotoGP. Ketimbang kembali ke MotoGP sebagai tim medioker, lebih baik menjaga tren positif di Superbike.
“Tentu Dorna harus mengubah filosofi dan membuat peraturan yang benar-benar terbuka, dengan memperbolehkan seluruh manufaktur bebas bereksperimen. Dengan itu mungkin kami mau kembali ke MotoGP. Tapi untuk sekarang, kami fokus di Superbike,” ujar bos Kawasaki World Superbike, Ichiro Yoda, seperti dikutip Riders Mag.
(pds)

Monday, June 19, 2017

Singkirkan Pasangan Denmark di Perempatfinal Indonesia Open 2017, Qingchen/Yifan: Kami Puas!

JAKARTA - Pasangan ganda putri asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, berhasil memenangi laga atas pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl di perempatfinal Indonesia Open Superseries Premier 2017. Keduanya sukses mengamankan kemenangan dengan skor 18-21, 21-17 dan 21-11.
Qingchen/Yifan mengaku sangat puas dengan hasil ini. Apalagi, pasangan Denmark sendiri merupakan pemain yang berpengalaman.

"Kami merasa puas dengan pertandingan hari ini. Lawannya sendiri memang sudah senior dan mereka memiliki pengalaman lebih dari kami. Jadi untuk pertandingan hari ini kami senang," ucap Yifan, seusai pertandingan, Jumat (16/6/2017).

Pada laga kali ini, Qingchen menjalani pertandingan setelah pada dini hari tadi masih bermain di babak 16 besar nomor ganda campuran. Ia pun mengaku agak mengantuk menjalani laga kembali pada sore tadi.
"Stamina masih baik, tapi kami merasa agak mengantuk karena kami biasanya 10.30 sudah tidur. Tapi ini masih bermain," tutupnya.
(mrh)

Sunday, June 18, 2017

GP Austria Terpilih sebagai Seri Terbaik MotoGP 2016

MADRID – MotoGP 2016 belum lama ini berakhir dan memunculkan Marc Marquez sebagai juara dunia. Banyak kejadian menarik maupun tragis sepanjang gelaran MotoGP di musim tersebut.
Akan tetapi, penyelenggara MotoGP yakni Dorna memilih GP Austria sebagai seri terbaik di musim 2016, seperti dilansir Motorsport, Senin (12/12/2016). Balapan yang diselenggarakan di Red Bull Ring tersebut menjadi seri ke-10 dalam MotoGP 2016.

GP Austria menjadi ajang kebolehan dari Ducati. Pasalnya, tim asal Bologna, Italia, tersebut menaruh dua pembalapnya yakni Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso masing-masing di urutan pertama serta kedua.
Keberhasilan Iannone menjadi juara GP Austria sekaligus mengakhiri puasa podium teratas Ducati sejak GP Jepang pada 2007. Ini juga menjadi kemenangan pertama The Maniac Joe –julukan Iannone– di kelas primer.
GP Austria sendiri berjalan lancar karena penyelenggaraannya teratur, cuaca yang bersahabat, penonton membludak, dan sederet acara sampingan seperti trial shows, Moto X jump show, air show with planes, helicopter show, dan peluncuran motor MotoGP milik KTM.

Sebal dengan Tim Honda, Jack Miller Iri karena Perlakuan yang Berbeda

ASSEN – Pembalap Marc VDS, Jack Miller, mengaku kecewa dengan perlakuan Tim Honda yang kurang memerhatikannya di balapan MotoGP 2017. Ia mengatakan raihannya di musim ini tampak jelas berbeda dengan pembalap Honda lainnya.
Sebut saja seperti tim utama Honda yakni Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang kembali meraih hasil gemilang musim ini. Begitu pun dengan Cal Crutchlow bersama LCR Honda, ia berhasil meraih podium satu kali di GP Argentina.

Miller pun mengakui performa motornya memang tak jauh lebih baik dari ketiga rekannya itu. Maka dari itu, ia merasa kesal dengan perlakuan tim.
“Itu karena motor mereka lebih baik. Ini menyebalkan sekali,” ucap Miller, mengutip dari Motorsport, Rabu (21/6/2017).
“Saya merasa tidak hanya dijadikan sebagai pembalap kedua, tapi juga pembalap ketiga,” pungkasnya.
(fmh)

Saturday, June 17, 2017

Komentari Mantan Timnya, Iannone Akui Keganasan Ducati dan Dovizioso di MotoGP 2017

HAMAMMATSU – Mantan pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Iannone, memutuskan untuk bergabung di Tim Suzuki Ecstar setelah posisinya digantikan oleh Jorge Lorenzo yang hengkang dari Movistar Yamaha.
Meski telah pergi dan bergabung dengan tim lainnya, Iannone masih ikut berkomentar mengenai penampilan mantan timnya tersebut. Terlebih penampilan Andrea Dovizioso semakin mentereng pada dua balapan terakhir yakni dengan merebut podium juara di GP Italia dan Barcelona.

Meski telah menjadi mantan rekan satu tim, Iannone mengaku senang dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh Dovi. Maklum saja, Dovi telah bersama tim yang identik dengan warna merah itu selama empat musim terakhir.

“Saya senang untuk bisa membuat Ducati seperti saat ini. Karena dia (Dovi) telah bekerja keras selama empat tahun terakhir. Itu waktu yang cukup lama untuk bisa meningkatkan motor,” ujar Iannone, mengutip dari Marca, Jumat (16/6/2017).

“Saya pikir Ducati setelah balapan di Mugello memiliki potensi yang baik dalam hal kecepatan. Itu menjadi keuntungan terbesar. Anda juga bisa melihat bagaimana Ducati menang di Barcelona. Saya pikir motor jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tandasnya.
(Ram)